Kokurikuler SMAN 1 Pondoksalam
Kegiatan pembelajaran terstruktur untuk menguatkan, mendalami, dan memperkaya kegiatan intrakurikuler.
A. Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler di SMA Negeri 1 Pondoksalam merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara terstruktur untuk menguatkan, mendalamkan dan/atau memperkaya kegiatan intrakurikuler. Dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkembangkan delapan dimensi profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Rancangan kokurikuler mendorong murid bebas bereksplorasi melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan bersifat eksperiensial, langsung, berorientasi pada tindakan, dan berdasarkan keterampilan. Di SMA Negeri 1 Pondoksalam, kokurikuler disajikan dalam bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan materi terhadap permasalahan nyata yang relevan bagi murid.
Karakteristik dan Kriteria
Kegiatan kokurikuler bersifat fleksibel dan kontekstual, serta dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan kekhasan satuan pendidikan. Pelaksanaannya dapat berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), dan kegiatan yang mengacu pada kurikulum satuan pendidikan atau kebijakan pemerintah.
- Memiliki tujuan untuk memperkuat satu atau lebih dari delapan dimensi profil lulusan.
- Mengembangkan tema sebagai muatan pembelajaran yang relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik murid.
- Mengelola alokasi waktu secara fleksibel mengacu pada struktur kurikulum yang berlaku.
- Mengembangkan rangkaian kegiatan secara terencana, meliputi tujuan, langkah pelaksanaan, dan asesmen.
Alokasi Waktu Pembelajaran Kokurikuler
| Kelas | Jumlah JP per Tahun | Project 1 | Project 2 | Project 3 | Project 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| X | 396 | 94 | 94 | 104 | 104 |
| XI | 144 | 47 | 50 | 47 | - |
Struktur Kurikulum Fase E (Kelas X)
| No. | Mata Pelajaran Wajib | Alokasi Waktu per Tahun |
|---|---|---|
| 1 | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) | 36 |
| 2 | Bahasa Indonesia | 36 |
| 3 | Matematika | 36 |
| 4 | IPA (Fisika, Kimia, Biologi) | 108 |
| 5 | IPS (Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Geografi) | 144 |
| 6 | Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) | 36 |
| Jumlah Jam per Tahun | 396 JP | |
Struktur Kurikulum Fase F (Kelas XI)
| No. | Mata Pelajaran Wajib | Alokasi Waktu per Tahun |
|---|---|---|
| 1 | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) | 36 |
| 2 | Bahasa Indonesia | 36 |
| 3 | Matematika | 36 |
| 4 | Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) | 36 |
| Jumlah Jam per Tahun | 144 JP | |
Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Kokurikuler
Kokurikuler bertujuan memperkuat, mendalami, dan/atau memperkaya kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi murid. Tahapan perencanaannya meliputi:
- Penentuan Tim Kerja. Tim terdiri atas kepala satuan pendidikan, koordinator kokurikuler, guru mata pelajaran yang memiliki jam kokurikuler, dan tenaga kependidikan. Tim berperan sebagai perancang, pengelola, dan pendamping murid.
- Analisis Satuan Pendidikan. Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran dalam tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid.
- Menentukan Dimensi Profil Lulusan. Penentuannya dilakukan melalui diskusi dengan guru, observasi, pemeriksaan dokumen hasil pembelajaran, dan analisis kebutuhan penguatan.
- Menentukan Tema. Tema dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai konteks dan kebutuhan.
- Menentukan Bentuk Kegiatan. Bentuknya berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu
Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran dalam tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid untuk mengembangkan delapan dimensi profil lulusan dan memperdalam pemahaman melalui pengalaman kontekstual.
1. Gaya Hidup Berkelanjutan
Topik: Mengolah sampah, menyelamatkan lingkungan, menciptakan peluang.
Dimensi: Beriman dan bertakwa, bernalar kritis, kreatif, gotong royong.
Gapura Panca Waluya: Bageur, Bener, Pinter, Singer.
Kolaborasi mapel: Biologi dan Kimia menganalisis dekomposisi serta membuat kompos atau eco-enzyme; Matematika mengaudit dan mengolah data sampah; Sosiologi dan Ekonomi menganalisis perilaku konsumtif serta nilai ekonomis sampah; Informatika dan Bahasa Indonesia membuat infografis dan laporan KTI.
Bentuk kegiatan: Pengenalan krisis iklim, audit sampah, eksperimen ilmiah dan aksi daur ulang, pembuatan bank sampah, serta refleksi dan gelar karya.
2. Suara Demokrasi / Bangunlah Jiwa dan Raganya
Topik: Suara remaja, suara bangsa, aktualisasi pemilu digital yang sehat, jujur, dan beretika.
Dimensi: Gotong royong, bernalar kritis, dan mandiri.
Gapura Panca Waluya: Bageur, Bener, Pinter, Singer.
Kolaborasi mapel: Pendidikan Pancasila, Sosiologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Informatika, dan Matematika mendampingi kajian demokrasi, survei isu sekolah, anggaran kampanye, pidato dan debat, media digital, keamanan e-voting, serta pengolahan data suara.
Tujuan: Melatih murid memahami hak dan kewajiban demokrasi, menyampaikan pendapat secara kritis dan bertanggung jawab, menganalisis informasi politik, berkolaborasi, serta mengomunikasikan solusi masalah publik.
Bentuk kegiatan: Pengenalan kasus kampanye hitam dan hoaks, survei isu sekolah, partai atau calon OSIS fiktif, debat terbuka, pemungutan suara digital, dan refleksi.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH)
Gerakan 7 KAIH berbasis kebiasaan dan pembelajaran mendalam yang mengedepankan pembelajaran penuh kesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Ketujuh kebiasaan tersebut adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Implementasinya dapat berupa jurnal kebiasaan harian, tantangan kelas mingguan, kampanye kebiasaan baik, wawancara, riset, dan aksi kolaboratif.
1. Smanspon Peduli Bermasyarakat
Topik: Peduli bermasyarakat dalam kebersihan lingkungan sekolah.
Dimensi: Beriman dan berakhlak mulia, gotong royong, bernalar kritis.
Kolaborasi: Sosiologi, Ekonomi, Biologi, dan Bahasa Indonesia.
Tujuan dan aksi: Mengidentifikasi pola konsumsi dan dampak sampah, melakukan audit, merumuskan solusi 3R, memilah sampah, membuat kompos atau ecobrick, serta melakukan kampanye publik melalui poster atau video.
2. Bangunlah Jiwa dan Raganya
Topik: Senam bersama, Generasi Hebat (G7KAIH).
Dimensi: Gotong royong, kreatif, dan mandiri.
Kolaborasi: PJOK, Seni Budaya, Matematika/Informatika, dan Sosiologi.
Tujuan dan alur: Menumbuhkan kebugaran, mental tangguh, disiplin, kreativitas, percaya diri, dan kemampuan bekerja sama melalui pengenalan, riset jenis senam, penyusunan koreografi, latihan rutin, dan Festival Senam Bersama Generasi Hebat.
Asesmen Pembelajaran Kokurikuler
Asesmen kegiatan kokurikuler menggunakan asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif dilakukan selama proses kegiatan untuk memberikan umpan balik, membantu murid merefleksikan pembelajaran, dan memberi informasi bagi guru dalam menyesuaikan strategi. Asesmen sumatif dilakukan pada akhir kegiatan untuk melihat ketercapaian tujuan melalui karya, aksi, maupun presentasi.